Wajah baru Situ Bagendit di targetkan selesai Desember 2021

redaksi Wed 25 Rabi Al Awwal 1442AH 11-11-2020AD 0
Wajah baru Situ Bagendit di targetkan selesai Desember 2021

Jaenal Mutakin.
BANDUNG:Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menghadiri groundbreaking kawasan wisata Situ Bagendit yang ditandai dengan pemancangan alat berat drop hammer di lokasi proyek di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Selasa 11 November 2020

Emil mengatakan, penataan Situ Bagendit merupakan bentuk komitmen bersama dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, dalam mengembangkan potensi pariwisata sebagai daya ungkit ekonomi masyarakat. Penataan kawasan ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 82 miliar ditargetkan dapat rampung selama 14 bulan.

“Penataan kawasan wisata Situ Bagendit ini mengawali sebuah proses konstruksi yang akan menjadi semangat pemulihan ekonomi Jabar, khususnya Garut, ditargetkan masyarakat Garut dan wisatawan bisa menikmati wajah baru Situ Bagendit pada Desember 2021,” kata Emil

Emil menjelaskan, penataan Situ Bagendit bermula ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Garut pada 2019 silam. Ketika itu, Jokowi merasa terpesona dengan keindahan alam yang ada di daerah itu, khususnya Situ Bagendit. Dari situlah, rencana penataan kawasan Situ Bagendit mulai berjalan. Ia mengusulkan agar objek wisata kebanggaan warga Garut itu bisa dipercantik menjadi wisata kelas dunia.

“Saya, Presiden, Menteri PUPR, dan Bupati Garut berdiskusi dan hasilnya adalah penataan ulang yang dikelola oleh Ditjen Cipta Karya,” Kang Emil.

Masterplan penataan kawasan wisata Situ Bagendit dengan nilai kontrak Rp82 miliar ini terdiri dari 3 gate yang merupakan akses masuk bagi pengunjung dan 6 zona meliputi beberapa fungsi, yaitu wisata publik (Zona 1), area kuliner (Zona 2), area green school (Zona 3), area komersil (Zona 4), area water sport (Zona 5), serta area masjid dan konservasi (Zona 6).

Setiap zona akan dihubungkan oleh jalur pedestrian yang terbagi ke dalam dua tipe, yaitu pedestrian dengan tanggul dan elevated pedestrian.

“Selama proses penataan kawasan Situ Bagendit berjalan, saya titip kepada kontaktor untuk memberdayakan produsen atau tenaga lokal dalam memenuhi kebutuhan pembangunan. Dengan begitu, dampak dari penataan kawasan dapat langsung terasa kepada masyarakat di Kabupaten Garut.” katanya

Emil pun menyatakan, warga lokal bisa ikut terlibat dalam penataan kawasan wisata Situ Bagendit selama memenuhi kualifikasi, mulai dari penyediaan material bangunan yang berkualitas hingga pemberdayaan masyarakat dalam menyediakan produk lokal Garut untuk dipamerkan nantinya.

“Situ Bagendit ini dampak ekonominya luas, banyak pesantren dan desa juga akan dilibatkan, dalam radius sekian kilometer dari sini, warga harus diberdayakan. Misalkan dia punya produk apa dikembangkan. Nanti ditampilkan di sini untuk wisatawan,” katanya. (Am)

Leave A Response »