Emil dampingi Menteri PUPR tinjau terowongan Nanjung

redaksi Mon 18 Jumada Al Oula 1441AH 13-1-2020AD 0
Emil dampingi Menteri PUPR tinjau terowongan Nanjung

Jaenal Mutakin.
BANDUNG:Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kunjungan ke Terowongan Nanjung dan proyek Floodway Cisangkuy, Senin 13 Januari 2020

Pria yang akrab dipanggil Emil mengatakan, Terowongan Nanjung di Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung, sudah bisa dioperasikan, telah efektif mengatasi banjir di wilayah Bandung Raya, terutama Bandung Selatan, air yang selalu ngumpul di titik-titik itu berhasil dialirkan dengan cepat karena dioperasikannya dua terowongan di Curug Jompong

“Atas nama Pemprov Jabar saya mengucapkan Terima kasih, ke Bapak Menteri (PUPR) dan jajaran, bahwa solusi terkait penanganan air yang berpotensi banjir, sudah berproses banyak, waktu kejadian banjir di Jabodetabek, di Bandung Raya tidak ada berita (banjir), ” Ujar Emil

Adapun selain Terowongan Nanjung, pemerintah juga tengah membangun proyek Floodway Cisangkuy di Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, yang direncanakan rampung pada Oktober tahun ini. Tak hanya itu, Embung Gedebage juga siap menjadi instrumen pengendali banjir di wilayah timur Bandung.

Sementara untuk wilayah hilir antara lain Karawang dan Bekasi, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar bersama Kementerian PUPR berencana meneruskan program bendungan di wilayah Sungai Cibeet, Karawang, yang saat ini masih pada proses pembebasan lahan.

Untuk wilayah Kabupaten/Kota Bekasi, rencananya dibuat bendungan penahan pengatur aliran sungai di zona pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Bekasi Raya.

Sedangkan pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi kini mencapai progres hampir 50 persen dan terus dikebut pembangunannya di tahun ini.

“Kalau semua ini lancar, semua isu banjir yang mengemuka diawal tahun 2020 ini bisa kita kendalikan, untuk itu kita hadir memonitor agar memahami logika engineering-nya sehingga bisa disampaikan ke masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami,” ujarnya.

Di tempat yang sama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa dengan curah hujan yang tinggi, kini warga Dayeuhkolot dan sekitarnya yang kerap mengungsi maupun bersiap menaiki perahu tidak mengalami kendala itu.

Setelah beroperasinya Terowongan Nanjung ditambah parkir air di Kolam Retensi Cieunteung, Basuki berujar genangan air cepat surut sehingga kendaraan masih bisa melaju meski curah hujan cukup tinggi.

“Dengan curah hujan lebih tinggi, biasanya curah hujan 300 mm ini orang sudah naik perahu, 17 Desember kemarin (di Bandung Selatan) sudah 424 mm, orang masih pakai sepeda motor, masih kering,” ujar Basuki.

Berikutnya, setelah menyelesaikan masalah potensi banjir di hulu Citarum atau wilayah Bandung Raya pada 2020, Basuki mengatakan bahwa pihaknya akan fokus di wilayah hilir seperti di Karawang, salah satunya pembangunan bendungan di Cibeet.

“Kalau banjir di selatan Bandung selesai, bisa konsentrasi di Karawang,” Ujarnya. (Am)

Leave A Response »